Diagnosa Diabetes Mellitus Melalui Pemeriksaan Glukosa Dalam Darah


22/01/2021


Diabetes Mellitus (DM) merupakan persoalan serius di dunia, termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi DM tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Bahkan jumlah penyandang DM semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sementara salah satu masalah yang dihadapi dalam penatalaksanaan DM, adalah banyak penyandang DM yang tidak sadar bahwa dirinya mengalami kondisi hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan salah satu tanda khas penyakit DM berupa peningkatan  kadar glukosa dalam darah  melebihi batas normal. Diperkirakan masih banyak (sekitar 50%) penyandang diabetes yang belum terdiagnosis di Indonesia.               

Diagnosis  DM  ditegakkan  atas  dasar  pemeriksaan  kadar glukosa darah. Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena.  Sementara untuk tujuan pemantauan  hasil  pengobatan  dapat  dilakukan  dengan menggunakan   pemeriksaan   glukosa   darah   kapiler   dengan glukometer.

 

Berikut adalah kriteria diagnosis DM, berdasarkan Konsensus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia tahun 2015 oleh Perkeni :

  • Pemeriksaan  glukosa  plasma  puasa  ≥ 126  mg/dl.  Puasa  adalah  kondisi  tidak ada asupan kalori minimal 8 jam, atau
  • Pemeriksaan glukosa plasma ≥200 mg/dl, pada 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram, atau
  • Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dl dengan disertai keluhan klasik

PT Prodia Diagnostic Line, industri in vitro diagnostik Indonesia yang berlokasi di Cikarang, menyediakan 2 jenis reagensia untuk pemeriksaan Glukosa dalam darah secara enzimatik :

  1. Glucose GOD FS, metode GOD-PAP dengan reaksi Trinder, linearitas hingga 400 mg/dl
  2. Glucose Hexokinase FS, metode Hexokinase dengan linearitas hingga 900 mg/dl

Kedua produk diatas tersedia dalam kemasan khusus untuk penggunaan pada berbagai alat otomatis (Tokyo Boeki System, Respons 910, Hitachi Systems, Biomajesty JCA-BM6010/C) dan kemasan umum untuk penggunaan pada fotometer manual. Hubungi [email protected] untuk informasi lebih lanjut.

 

Cristina Sandjaja, PT Prodia Diagnostic Line, Januari 2021

Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia

 

Contact Us

Jl. Surabaya No. 54 – Jakarta Pusat - Indonesia
(021) 310-1825